Dedicated in-house team for vehicle
sourcing and financing solutions.
We have access to an extensive network of car and van suppliers across the UK. Each vehicle undergoes a comprehensive 50-point health check. LEARN MORE
Tailored Financing Solutions:
From Consumer to Asset Finance
Our team specialises in handling complex financial situations, working diligently to connect you with the right lender tailored to your unique needs. LEARN MORE LEARN MORE
Quick Financing Decisions
for Same-Day Drive-Away
With access to a network of over 27 lenders, we can match you with the perfect lender tailored to your unique circumstances. LEARN MORE LEARN MORE

HOW IT WORKS

FINANCING MADE EASY

We have developed a customised, streamlined three-step process to ensure your approval and get you into your new vehicle on the same day.

Step 1:

We will provide you with an application link. Once the application is completed, you can typically expect an instant decision.

STEP 2:

Once approved, you can choose from our stock range or, alternatively, We can source the perfect vehicle tailored to your needs.

STEP 3:

We will coordinate the collection or delivery of your new vehicle, ensuring a seamless experience. In most cases, the entire process is completed within the same day.

RATED EXCELLENT ON TRUST PILOT

FEATURED VEHICLES

OUR TRUSTED PARTNERS

Stay in the Know! 💌

Join our email list for exclusive offers and early announcements prior to vehicles being listed for sale.

WHY CHOOSE US

FINANCING MADE EASY

Our finance department strives to find financial solutions to save you money and offer you the best deal.

WIDE RANGE OF BRANDS

With a robust selection of popular vehicles on hand, as well as leading vehicles from BMW and Ford.

TRUSTED BY THOUSANDS

10 new offers every day. 350 offers on-site, trusted by a community of thousands of users.

CAR SERVICE & MAINTENANCE

Our service department maintains your car to stay safe on the road for many more years.

Recent items

From our Blog

The Motors blog is here with carefully picked tips, tricks, and guides to get you to your destination and turn your adventures into the best experience.

17 Feb

PGRI dan Stabilitas Kerja Guru di Sekolah

Dalam arsitektur pendidikan tahun 2026, stabilitas kerja guru bukan hanya soal kepastian gaji, melainkan juga kenyamanan psikologis, keamanan hukum, dan kejelasan jenjang karier di tengah perubahan kebijakan yang cepat. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai pilar penopang yang memastikan guru dapat bekerja dengan fokus tanpa gangguan eksternal yang merusak produktivitas. Berikut adalah peran strategis PGRI dalam menjaga stabilitas kerja guru di sekolah: 1. Stabilitas Psikologis: Lingkungan Kerja Tanpa Sekat (Unitarisme) Ketidakstabilan sering muncul dari fragmentasi status (ASN vs Honorer). PGRI meredam konflik horizontal ini dengan doktrin persatuan. Kohesi Sosial: Dengan semangat “Satu Rasa, Satu Jiwa”, PGRI memastikan ekosistem sekolah tetap harmonis. Tidak ada diskriminasi dalam akses pengembangan profesi, sehingga stabilitas emosional guru terjaga karena merasa dihargai secara setara. Dukungan Sejawat: Melalui jaringan Ranting, PGRI membangun sistem peer-support. Saat seorang guru mengalami masalah pribadi atau beban kerja berlebih, komunitas hadir untuk membantu, mencegah terjadinya burnout. 2. Stabilitas Operasional: Navigasi Teknologi (SLCC) Ketidakstabilan kerja sering kali disebabkan oleh “gagap teknologi” saat tuntutan digitalisasi meningkat secara drastis. Mitigasi Disrupsi: Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), PGRI memberikan pelatihan rutin yang relevan (seperti manajemen kelas berbasis AI). Guru yang kompeten merasa lebih stabil dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya karena mereka menguasai alat kerjanya, bukan dikendalikan oleh alat tersebut. Penyederhanaan Administrasi: PGRI mendorong penggunaan teknologi untuk mengotomatisasi beban administrasi yang tumpang tindih, sehingga stabilitas waktu kerja guru dapat kembali fokus pada esensi mendidik. 3. Stabilitas Hukum: Keberanian dalam Mendidik (LKBH) Guru tidak akan bisa bekerja secara stabil jika setiap tindakan edukatifnya dibayangi ketakutan akan dilaporkan ke polisi. Perisai Advokasi: Melalui LKBH, PGRI memberikan jaminan perlindungan hukum. Kehadiran LKBH memastikan stabilitas profesi dengan memberikan batasan yang jelas antara tindakan disiplin edukatif dan pelanggaran hukum. Mediasi Internal: PGRI sering kali bertindak sebagai penengah dalam konflik antara guru dan orang tua siswa, menyelesaikan masalah di tingkat sekolah agar tidak meluas menjadi kasus hukum yang mengganggu stabilitas sekolah secara keseluruhan. 4. Stabilitas Karier dan Masa Depan (Advokasi Kebijakan) PGRI menjadi jembatan bagi guru untuk mendapatkan kepastian status dan kesejahteraan yang stabil. Pengawalan Status Kepegawaian: PGRI secara konsisten melobi pemerintah untuk memperjelas status guru honorer menjadi PPPK atau ASN. Kepastian status ini adalah kunci utama stabilitas kerja jangka panjang. Kontrol Etika Mandiri: Melalui DKGI (Dewan Kehormatan Guru Indonesia), PGRI memastikan bahwa hanya mereka yang melanggar kode etik yang mendapat sanksi. Ini memberikan stabilitas rasa adil bagi guru yang bekerja dengan integritas. Tabel: Kontribusi PGRI terhadap Stabilitas Kerja Dimensi Stabilitas Potensi Gangguan Solusi Penjaga PGRI Emosional Kecemburuan status & isolasi kerja. Unitarisme (Solidaritas Satu Jiwa). Teknis/Kinerja Beban admin & disrupsi AI. SLCC (Peningkatan Kecakapan). Keamanan Intimidasi & Kriminalisasi. LKBH (Advokasi & Perlindungan). Administratif Ketidakpastian SK & Kesejahteraan. Advokasi Kolektif ke Pemerintah. Kesimpulan: PGRI adalah “jangkar” yang menjaga kapal profesi guru agar tetap stabil di tengah badai perubahan. Dengan memberikan perlindungan hukum, penguatan kompetensi, dan rasa persaudaraan, PGRI memastikan guru dapat berdiri tegak di depan kelas untuk mengabdi bagi kemajuan anak bangsa. slot gacor togel online slot resmi link slot toto togel link togel situs toto slot gacor togel online monperatoto monperatoto

17 Feb

PGRI sebagai Sumber Penguatan Solidaritas Pendidik

Dalam lanskap pendidikan tahun 2026, profesionalisme guru tidak lagi diukur hanya dari kehadiran di kelas, melainkan dari standar kompetensi yang adaptif terhadap perubahan zaman. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) bertindak sebagai “penjaga gawang” yang memastikan bahwa standar profesi mengajar tetap tinggi, relevan, dan bermartabat. Berikut adalah peran strategis PGRI dalam mengawal standar profesi mengajar: 1. Menjaga Standar Kompetensi di Era Digital (SLCC) Standar mengajar saat ini menuntut penguasaan teknologi tanpa kehilangan esensi pedagogi. PGRI memastikan setiap guru memenuhi standar ini melalui jalur pengembangan mandiri. Sertifikasi Kecakapan Baru: Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), PGRI menetapkan standar baru bagi guru dalam mengoperasikan alat berbasis AI (seperti Generative AI untuk asisten belajar) namun tetap mengedepankan nilai-nilai karakter. Penyelarasan Kompetensi: PGRI memastikan tidak ada kesenjangan standar antara guru di perkotaan dan daerah terpencil dengan menyediakan modul pelatihan yang merata dan berkelanjutan. 2. Menjaga Standar Etika dan Moral (DKGI) Profesi mengajar memiliki standar perilaku yang lebih tinggi daripada profesi lainnya karena guru adalah model bagi siswa. Otonomi Penegakan Kode Etik: Melalui DKGI (Dewan Kehormatan Guru Indonesia), PGRI memastikan standar moral guru tetap terjaga. Jika terjadi pelanggaran etik, PGRI melakukan pembinaan secara mandiri, menunjukkan bahwa profesi ini memiliki kedaulatan untuk mengatur kualitas internalnya. Integritas Digital: PGRI merumuskan standar perilaku guru di ruang digital, memastikan interaksi di media sosial tetap mencerminkan marwah seorang pendidik yang terhormat. 3. Menjaga Standar Keamanan dan Otoritas (LKBH) Standar profesi mengajar akan runtuh jika guru kehilangan otoritasnya di kelas karena rasa takut akan kriminalisasi. Perlindungan Tindakan Edukatif: Melalui LKBH, PGRI mengawal agar tindakan disiplin yang dilakukan guru tetap dalam koridor standar profesional dan terlindungi secara hukum. Hal ini memastikan guru berani menegakkan standar disiplin siswa tanpa rasa cemas. Advokasi Regulasi Profesi: PGRI terus melobi pemerintah agar kebijakan nasional tetap mengakui otonomi profesional guru dalam memberikan penilaian dan evaluasi terhadap peserta didik. 4. Menjaga Standar Kesejahteraan sebagai Fondasi Profesionalisme Sangat sulit menjaga standar kerja yang tinggi jika kebutuhan dasar guru belum terpenuhi. Sinergi Unitarisme: PGRI memperjuangkan standar kesejahteraan yang adil bagi seluruh guru, baik ASN, PPPK, maupun Honorer. Dengan semangat “Satu Rasa, Satu Jiwa”, PGRI menegaskan bahwa standar profesionalisme harus dibarengi dengan penghargaan yang layak agar guru dapat fokus sepenuhnya pada kualitas pengajaran. Tabel: Instrumen PGRI dalam Mengawal Standar Profesi Dimensi Standar Instrumen Pengawal Dampak bagi Guru Kualitas Intelektual SLCC Guru selalu update teknologi & metode baru. Integritas Moral DKGI Guru dipercaya publik sebagai teladan. Kedaulatan Profesi LKBH Guru berani mendidik tanpa rasa takut. Solidaritas Kerja Unitarisme Terciptanya ekosistem kerja yang suportif. Kesimpulan: PGRI adalah institusi penjamin mutu bagi profesi guru. Dengan mengawal standar kompetensi, etika, dan hukum, PGRI memastikan bahwa “Guru” bukan sekadar gelar pekerjaan, melainkan sebuah standar kualitas manusia yang secara konsisten diakui, dihormati, dan dilindungi oleh negara maupun masyarakat. slot gacor togel online slot resmi link slot toto togel link togel situs toto slot gacor togel online monperatoto monperatoto

Finance